Harhubnas 2026, Pj Sekda Bintuni: Transportasi Harus Memudahkan Hidup Warga

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 31

Harhubnas 2026, Pj Sekda Bintuni: Transportasi Harus Memudahkan Hidup Warga

BINTUNI, inspirasipapua.id— Jarak menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat Teluk Bintuni. Pelabuhan, penerbangan perintis, jalan, dan angkutan laut bukan hanya sarana berpindah tempat. Dari situlah warga memperoleh akses ke sekolah, rumah sakit, pasar, pekerjaan, dan kebutuhan pokok.

Karena itu, pelayanan transportasi dituntut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Keselamatan penumpang, kepastian perjalanan, keterhubungan antarwilayah, hingga kelancaran distribusi barang harus menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Teluk Bintuni, Ir. I.B. Putu Suratna, MM., saat memimpin upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas)Ke-55 Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Kamis (17/9/2026).

Dalam upacara itu, Putu membacakan amanat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Menteri Perhubungan mengingatkan bahwa transportasi memiliki fungsi sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar daripada sekedar menyediakan kendaraan dan infrastruktur. Transportasi menghubungkan masyarakat dengan pelayanan dasar sekaligus membuka akses terhadap pekerjaan, pasar, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Bagi daerah seperti Teluk Bintuni yang memiliki wilayah luas dan karakter geografis pesisir, pegunungan dan daratan konektivitas menjadi kebutuhan sehari-hari. Ketika satu jalur transportasi terganggu, dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat—mulai dari tertundanya perjalanan hingga tersendatnya distribusi bahan pangan dan kebutuhan lainnya.

Karena itu, pemerintah mendorong agar layanan keperintisan dan konektivitas menuju wilayah 3T tetap dijaga. Integrasi antar moda dan pembenahan sistem logistik juga diperlukan agar masyarakat tidak menanggung biaya transportasi dan distribusi yang terlalu tinggi.

Namun, konektivitas tidak boleh dibangun dengan mengabaikan keselamatan.

“Keselamatan tidak pernah boleh menjadi sekedar administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan.

Pesan tersebut menempatkan petugas perhubungan sebagai bagian penting dalam perlindungan masyarakat. Dalam kondisi cuaca buruk, bencana, gangguan penerbangan maupun kecelakaan pelayaran, petugas harus mampu mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan.

Jika perjalanan memang tidak aman, operasi harus dihentikan. Tetapi pelayanan kepada masyarakat juga harus segera dicarikan alternatif agar akses warga dan distribusi bantuan tidak terputus.

Pada saat yang sama, transformasi digital didorong untuk memperbaiki pelayanan. Teknologi dapat digunakan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, memperbaiki kepatuhan, serta membuat sistem transportasi dan logistik lebih tertib.

Meski begitu, pelayanan publik tetap bergantung pada manusia yang menjalankannya. Teknologi tidak menggantikan integritas, kepedulian, dan keberanian petugas untuk mengambil keputusan yang benar ketika berhadapan dengan keselamatan masyarakat.

Tema Harhubnas 2026, “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju,” menjadi pengingat bahwa konektivitas pada akhirnya harus dirasakan manusia. Menghubungkan pulau dengan pulau berarti mendekatkan warga pada layanan. Menghubungkan sentra produksi dengan pasar berarti membuka peluang ekonomi. Dan memastikan perjalanan aman berarti memastikan masyarakat dapat kembali kepada keluarganya.

September pun ditetapkan sebagai momentum Bulan Keselamatan Transportasi. Harapannya, keselamatan tidak hanya menjadi slogan dalam peringatan Harhubnas, tetapi menjadi budaya yang diterapkan dalam setiap perjalanan dan setiap bentuk pelayanan.

Di Teluk Bintuni, ukuran keberhasilan pelayanan perhubungan pada akhirnya sederhana: apakah masyarakat lebih mudah bergerak, lebih aman dalam perjalanan, dan lebih mudah memperoleh kebutuhan serta pelayanan dasar.

Upacara Harhubnas kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Pj. Sekda Ir. IB Putu Suratna, MM bersama jajaran insan perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni dengan penuh keakraban dan suka cita.

**(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *